Latest Entries »

Penulis:
Siti Maslakhah;
Yayuk Eni Rahayu;
Ahmad Wahyudin;
Ary Kristiyani;
Setyawan Pujiono;
Beniati Lestyarini

Editor : St. Nurbaya
Cetakan Pertama : September 2011
Penerbit : Kanwa Publisher

Bahasa menujunjukkan bangsa, demikian bunyi pe-patah Indonesia terkait bahasa. Jika ditelaah secara kritis, makna pepatah itu mencakup dua komponen utama. Komponen pertama berkaitan dengan kemampuan personal pemilik, dan pengguna bahasa tertentu, komponen kedua berkaitan dengan kemampuan bahasa mewakili nilai-nilai sosial kemasyarakatan yang ditandai dengan semakin mapan¬nya aturan dan kaidah bahasa sehingga akan menjadi penanda ciri keilmuan bahasa suatu bangsa. Komponen makna pertama berkaitan dengan penggunaan bahasa secara baik dan benar oleh pemilik dan pengguna bahasa sehingga menjadi penanda kepribadian positif. Penanda kepribadian positif dalam berbahasa dapat diamati pada kemampuan penggunaan bahasa oleh seseorang secara baik, yang menunjukkan adanya pemahaman terhadap nilai sosial budaya yang terdapat dalam masyarakat pemilik bahasa.
Kemampuan menggunakan bahasa sebagai penanda kepribadian personal yang positif ditandai dengan kemampu¬an mengaktualisasikan apa yang dipikirkan dalam aktivitas komunikasi yang berwujud pengunaan bahasa yang santun, yakni penggunaan bahasa sesuai dengan apa, untuk ke¬perluan apa, kapan, di mana, dan dengan siapa seseorang berbicara sehingga kesan santun tersebut tergambar dalam penilaian orang lain sebagai pribadi yang berkata-kata dengan halus, menghargai orang lain, tidak menyombongkan diri, memahami dengan baik nilai sosial budaya yang dianut oleh masyarakat pemilik bahasa. Selain itu, penanda kepribadian personal positif ditandai dengan kemampuan pemakai bahasa secara benar dalam arti pemakaian bahasa yang sesuai dengan aturan dan kaidah bahasa secara benar.
Komponen makna yang kedua, berkaitan dengan bahasa yang memiliki aturan dan kaidah yang mapan sehingga memudahkan orang untuk mempelajari bahasa tersebut. Aturan dan kaidah yang mapan merupakan iden-titas ilmu kebahasaan suatu bahasa. Perpaduan antara ke-mampuan personal yang positif dalam pemakaian bahasa dan kemantapan aturan dan kaidah kebahasaan suatu bahasa menunjukkan identitas bangsa. Selain itu, dengan bahasa seluruh nilai perjuangan, catatan sejarah dan perjalanan perjuangan, cita-cita, cita rasa, karsa, dan karya manusia pemilik bahasa, serta pengalaman batin manusia Indonesia akan terdokumentasikan dalam bahasa suatu bangsa.
Menyadari pentingnya identitas suatu bangsa yang ter¬aktualisasi dalam kemampuan berbahasa, maka Direkorat Jendral Pendidikan Tinggi mengeluarkan kebijakan yang mengarah pada upaya menjadikan bahasa Indonesia sebagai identitas kebangsaan yang merupakan perwujudan pem¬binaan kepribadian menuju kemahiran berbahasa Indonesia sebagai bahasa profesi dan bahasa kelimuan yang tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kuri¬kulum Pendidikan Tinggi dan Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. Di dalam Surat Keptusan Menteri Pendidikan Nasional bernomor 232/U/2000, Bahasa Indonesia menjadi salah satu matakuliah wajib Universitas/LPTK, yang bertujuan mengembangkan kepribadian positif mahasiswa. Selain Keputusan Menteri tersebut, penguatan terhadap penegembangan kepribadian mahasiswa terkait dengan Bahasa Indonesia tertuang pula dalam Surat Keptusan Dirjen Dikti Nomor 43 Tahun 2006, yang tujuan utamanya adalah mengembangkan kemampuan menulis karya ilmiah.
Berdasarkan dua Surat Keputusan di atas, maka pengembangan kemampuan menulis karya ilmiah mahasiswa menjadi kewajiban bersama pengajar bahasa Indonesia. Sebagai bagian dari upaya pengembangan kemampuan menulis karya ilmiah, maka buku sederhana ini diharapkan dapat membantu mahasiswa mengembangkan potensi menulis yang dimiliki.

Penulis                           : Tri Ermayani

Editor                             : Ismoyo

Cetakan Pertama       : Juli 2011

 

Buku tentang fiqh munakahat sangat diperlukan oleh para pemuda generasi bangsa guna me­mahami ihwal pernikahan dan kehidupan berumah tangga menurut tuntunan al-Qur’an dan al-Sunnah Rasulullah saw.

Pada bagian pertama, dibahas pernikahan secara men­dasar mulai dari maksud dan tujuan pernikahan, hukum menikah dan tuntunan umum pernikahan dalam Islam dengan mengambil landasan pada al-Qur’an dan hadits.

Bagian kedua merupakan pembahasan tentang per­siapan perkawinan sebagai satu proses awal membentuk ke­luarga sakinah. Tanpa persiapan yang sesuai dengan pro­­sedur hukum Islam, akan sulit membina dan membentuk keluarga sakinah. Pernikahan merupakan sebuah ke­nis­caya­an pembinaan dan pembentukan keluarga sakinah. Selama ini, masyarakat di sekitar kita masih cenderung memilih pola perkawinan yang berorientasi ke adat istiadat ataupun budaya sehingga ada semacam kerinduan umat muslim untuk kembali kepada persiapan dan pelaksanaan perkawinan yang sesuai hukum Islam secara nyata.

Bagian ketiga, penulis mencoba memunculkan prinsip dasar pola kehidupan keluarga sakinah. Kebanyakan umat Islam menanyakan tentang resep menjadi keluarga sakinah. Nabi Muhammad saw telah menerangkan secara gamblang tentang langkah-langkah mendirikan keluarga sakinah.

Bagian keempat dibahas tentang pembinaan anak dalam keluarga. Anak merupakan manusia dewasa di masa selanjutnya. Anak sebagai investasi dunia dan akhirat bagi setiap orang tua. Orang tua harus memahami dan melak­sana­kan tanggung jawab bagi terselenggaranya pen­didikan anak. Anak yang mendapatkan pengasuhan serta pen­didik­an yang memadai dan proporsional dari orang tua akan tumbuh menjadi manusia dewasa yang tangguh, bijak­sana, dan bertanggung jawab terhadap tugas dan ke­wajibannya.

Bagian kelima berisi tentang reproduksi dalam ajaran Islam. Bagaimana agar reproduksi manusia bisa sehat? Hal itu sangat bergantung kepada pengelolaan diri yang di­sertai dengan konsep ajaran Islam yang dijunjung tinggi agar menjadi manusia yang mulia, baik di hadapan Allah maupun di hadapan sesamanya.

Bagian keenam dibahas tentang problematika dalam pernikahan. Dalam kehidupan nyata, manusia tidak ter­lepas dari godaan, pilihan yang salah, dan persoalan-per­soalan yang muncul di dalam berumah tangga menjadikan pernikahan menjadi problematika. Termasuk di dalamnya perceraian dan hukum menikahi perempuan non-Islam dan lain sebagainya.

Semoga buku yang sangat sederhana ini dapat men­jadi dasar memahami hukum pernikahan dalam Islam sesuai dengan al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw, khususnya para mahasiswa dan mahasiswi (remaja) yang ingin belajar tentang fiqih munakahat.

Penulis                        : Dian Swandayani; Iman Santoso; Nurhadi BW

Editor                          : Nurhadi BW

Cetakan Pertama    : Juli 2011

 

Embrio buku ini berawal dari laporan penelitian Hibah Kompetensi yang berjudul “Multikulturalisme Nilai-nilai Barat di Indonesia pada Awal Abad XXI” yang didanai oleh DP2M Dikti sejak tahun 2009. Sejumlah artikel ilmiah dari penelitian ini telah dipublikasikan pada sejumlah jurnal ilmiah ataupun seminar. Bagian utama dari laporan penelitian inilah yang kemudian dikompilasi menjadi buku ini.
Aspek budaya Eropa yang dimaksud dalam buku ini merupa¬kan aspek-aspek yang berasal dari sejumlah rubrik pada ketiga media cetak (koran Kompas, majalah Tempo, dan majalah dwi-bulanan Basis) seperti tentang seni musik, seni rupa, seni tari, teater, film, fashion, perjalanan, filsafat, dan sastra. Kajian ini membahas se¬jumlah artikel pada rubrik-rubrik yang terkait seni budaya Eropa pada ketiga media cetak itu pada awal abad ke-21, tepatnya pada tahun 2000—2007.
Buku ini terdiri atas dua bagian yang masing-masing mewakili laporan penelitian pada tahun pertama dan kedua. Tahun pertama berupa analisis terhadap pemberitaan pada ketiga media cetak tersebut tentang aspek budaya Eropa sementara pada tahun kedua lebih difokuskan pada bagai¬mana tanggapan atau resepsi mahasiswa FBS UNY yang menjadi sampel penelitian ini terhadap perkembangan budaya Eropa mutakhir. Pada bagian inilah materi semacam ini dapat dikembangkan menjadi model pembelajaran dengan menyu¬sun¬nya menjadi sebuah modul pembelajaran.
Terlepas dari berbagai dampak kepanjangan proses kolonia¬li¬sasi, hingga kini Eropa masih menjadi suatu entitas yang cukup ber¬peran penting dalam multikulturalisme Indo¬nesia, sebagai re¬presentasi Barat selain Amerika. Eropa, khususnya aspek budayanya, seringkali masih dianggap sebagai sesuatu yang patut dijadikan panutan sebagai gaya hidup. Budaya Eropa masih sering menjadi trendsetter.
Semoga buku ini bermanfaat bagi pemerhati budaya, khusus¬¬nya budaya Eropa atau Barat dalam konstelasinya di awal abad ke-21 yang sekaligus juga menandai awal milenium ketiga. Sejarah budaya selalu bergerak, demikian halnya dengan budaya Eropa. Selain itu, budaya juga selalu mengalami akulturasi atau ber-singgungan dengan budaya lainnya. Dalam konteks inilah, buku ini mencoba menyajikan potret semacam itu, baik dalam konstelasi his¬toris maupun geo¬grafis.
Meski demikian, tim penulis menyadari masih banyak ke-kurangan guna menyempur¬na¬kan buku ini. Oleh karena itu, berbagai kritik dan masukan akan diterima dengan senang hati.

Kanwa Publisher Yogya

Berdiri sejak tahun 2002

Dipimpin Oleh : Romiyatun, S.Pd.

Contact Person: 08122788743 dan 081229499680

Kajian sosiolinguistik dapat diterapkan dalam semua situasi pemakaian bahasa, termasuk pemakaian bahasa dalam pentas atau pagelaran wayang kulit. Pagelaran wayang kulit bila dicermati di dalamnya dapat ditemui situasi
pemakaian bahasa yang sangat kompleks, seperti yang terjadi dalam pemakaian bahasa pada masyarakat sesungguhnya. Bahkan, pementasan yang kulit mungkin
lebih kaya akan data bahasa karena bahasa yang digunakan merupakan bahasa Jawa, yang di dalamnya banyak dijumpai berbagai situasi pemakaian bahasa.
Di dalam pementasan wayang kulit yang pada umumnya berbahasa Jawa, ternyata juga dijumpai bahasa lain di dalamnya, seperti bahasa Indonesia, Arab,
Inggris, dan Sansekerta. Hal ini menambah kekayaan data bahasa dalam kajian sosiolinguistik yang dapat dianalisis pada pementasan wayang kulit. Pemakaian di bahasa di luar bahasa Jawa tersebut di dalam adegan, kadang menimbulkan suasana yang berbeda dan dapat menciptakan suasana humor.
Buku ini mampu memberikan wawasan yang berbeda karena ditulis berdasarkan hasil penelitian (Disertasi), sehingga dapat dijumpai banyak kutipan yang mendukung gagasan yang dikemukakan penulis. Banyaknya data yang
disajikan juga menunjukkan betapa luas dan mendalamnya kajian buku ini yang difokuskan pada penggunaan kode tutur dalam pakeliran wayang kulit.
Kode tutur dalam pakeliran wayang kulit ternyata sangat banyak dan kompleks. Kode tutur tersebut mungkin lebih banyak dari yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Di dalam pakeliran wayang kulit, terapat kode tutur yang
menggunakan bahasa frozen, yang sulit dipahami maknanya oleh orang awan.
Temuan ini tentu saja memberikan wawasan kepada pembaca tentang banyaknya kode tutur yang dapat dikaji dalam telaah sosiolinguistik.

Buku ini adalah buku pegangan mahasiswa kedokteran gigi yang ingin menjadi periodontist. Periodontist, ahli Periodontologi masih sangat langka dan kurang sekali, sementara penyakit-penyakit mulut yang ada di masyarakat, dan penyakit periodontal menduduki ranking yang tinggi. Bertolak dari kondisi ini maka buku tersebut disusun agar dapat dipakai sebagai panduan mahasiswa kedokteran gigi tingkat profesi, dokter gigi dan karyasiswa spesialis Program studi Periodonsia untuk mengetahui dan mempraktekkannya sesuai batas kewenangan yang ada, sehingga penyakit periodontal yang ada di masyarakat segera dapat di tangani.

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!