Kajian sosiolinguistik dapat diterapkan dalam semua situasi pemakaian bahasa, termasuk pemakaian bahasa dalam pentas atau pagelaran wayang kulit. Pagelaran wayang kulit bila dicermati di dalamnya dapat ditemui situasi
pemakaian bahasa yang sangat kompleks, seperti yang terjadi dalam pemakaian bahasa pada masyarakat sesungguhnya. Bahkan, pementasan yang kulit mungkin
lebih kaya akan data bahasa karena bahasa yang digunakan merupakan bahasa Jawa, yang di dalamnya banyak dijumpai berbagai situasi pemakaian bahasa.
Di dalam pementasan wayang kulit yang pada umumnya berbahasa Jawa, ternyata juga dijumpai bahasa lain di dalamnya, seperti bahasa Indonesia, Arab,
Inggris, dan Sansekerta. Hal ini menambah kekayaan data bahasa dalam kajian sosiolinguistik yang dapat dianalisis pada pementasan wayang kulit. Pemakaian di bahasa di luar bahasa Jawa tersebut di dalam adegan, kadang menimbulkan suasana yang berbeda dan dapat menciptakan suasana humor.
Buku ini mampu memberikan wawasan yang berbeda karena ditulis berdasarkan hasil penelitian (Disertasi), sehingga dapat dijumpai banyak kutipan yang mendukung gagasan yang dikemukakan penulis. Banyaknya data yang
disajikan juga menunjukkan betapa luas dan mendalamnya kajian buku ini yang difokuskan pada penggunaan kode tutur dalam pakeliran wayang kulit.
Kode tutur dalam pakeliran wayang kulit ternyata sangat banyak dan kompleks. Kode tutur tersebut mungkin lebih banyak dari yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Di dalam pakeliran wayang kulit, terapat kode tutur yang
menggunakan bahasa frozen, yang sulit dipahami maknanya oleh orang awan.
Temuan ini tentu saja memberikan wawasan kepada pembaca tentang banyaknya kode tutur yang dapat dikaji dalam telaah sosiolinguistik.