Penulis                        : Dian Swandayani; Iman Santoso; Nurhadi BW

Editor                          : Nurhadi BW

Cetakan Pertama    : Juli 2011

 

Embrio buku ini berawal dari laporan penelitian Hibah Kompetensi yang berjudul “Multikulturalisme Nilai-nilai Barat di Indonesia pada Awal Abad XXI” yang didanai oleh DP2M Dikti sejak tahun 2009. Sejumlah artikel ilmiah dari penelitian ini telah dipublikasikan pada sejumlah jurnal ilmiah ataupun seminar. Bagian utama dari laporan penelitian inilah yang kemudian dikompilasi menjadi buku ini.
Aspek budaya Eropa yang dimaksud dalam buku ini merupa¬kan aspek-aspek yang berasal dari sejumlah rubrik pada ketiga media cetak (koran Kompas, majalah Tempo, dan majalah dwi-bulanan Basis) seperti tentang seni musik, seni rupa, seni tari, teater, film, fashion, perjalanan, filsafat, dan sastra. Kajian ini membahas se¬jumlah artikel pada rubrik-rubrik yang terkait seni budaya Eropa pada ketiga media cetak itu pada awal abad ke-21, tepatnya pada tahun 2000—2007.
Buku ini terdiri atas dua bagian yang masing-masing mewakili laporan penelitian pada tahun pertama dan kedua. Tahun pertama berupa analisis terhadap pemberitaan pada ketiga media cetak tersebut tentang aspek budaya Eropa sementara pada tahun kedua lebih difokuskan pada bagai¬mana tanggapan atau resepsi mahasiswa FBS UNY yang menjadi sampel penelitian ini terhadap perkembangan budaya Eropa mutakhir. Pada bagian inilah materi semacam ini dapat dikembangkan menjadi model pembelajaran dengan menyu¬sun¬nya menjadi sebuah modul pembelajaran.
Terlepas dari berbagai dampak kepanjangan proses kolonia¬li¬sasi, hingga kini Eropa masih menjadi suatu entitas yang cukup ber¬peran penting dalam multikulturalisme Indo¬nesia, sebagai re¬presentasi Barat selain Amerika. Eropa, khususnya aspek budayanya, seringkali masih dianggap sebagai sesuatu yang patut dijadikan panutan sebagai gaya hidup. Budaya Eropa masih sering menjadi trendsetter.
Semoga buku ini bermanfaat bagi pemerhati budaya, khusus¬¬nya budaya Eropa atau Barat dalam konstelasinya di awal abad ke-21 yang sekaligus juga menandai awal milenium ketiga. Sejarah budaya selalu bergerak, demikian halnya dengan budaya Eropa. Selain itu, budaya juga selalu mengalami akulturasi atau ber-singgungan dengan budaya lainnya. Dalam konteks inilah, buku ini mencoba menyajikan potret semacam itu, baik dalam konstelasi his¬toris maupun geo¬grafis.
Meski demikian, tim penulis menyadari masih banyak ke-kurangan guna menyempur¬na¬kan buku ini. Oleh karena itu, berbagai kritik dan masukan akan diterima dengan senang hati.